Senin, 02 April 2018

Ulasan Cerpen “Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang”

Nama : Adinda Erdiana
Npm : 16410113
Kelas : 4C

Secara keseluruhan saya tidak begitu menyukai atau kurang tertarik dengan cerpen yang bahasanya susah dipahami seperti halnya novel ini, karena kurang mengena di hati. Apabila suatu cerpen mudah untuk dipahami maksud dan bahasanya mungkin akan lebih menarik. Ending dari cerpennya pun sedikit membingungkan, jadi susah untuk dipahami. Cerpen ini kurang cocok untuk anak-anak remaja.
Namun, cerita pendek seperti ini sangat cocok untuk bahan pembelajaran supaya para pembaca bisa menerka-nerka pesan apa yang tersimpan di dalamnya. Dan bisa dianalisis untuk
Setelah saya membaca cerpen ini, saya sedikit bingung dengan alur ceritanya karena ada dua tokoh yang memiliki kejadian hampir sama dalam cerita tersebut.
Yang pertama tokoh Aku, ia melihat seorang gadis kecil bermata cemerlang yang sedang memandanginya ketika ia sedang berada di stasiun S dan akan melakukan perjalanan menuju rumah temannya yaitu di Kota J. Dia teringat bahwa temannya itu akan mengenalkan adiknya yang cantik seperti bintang film kesukaan tokoh Aku. Lalu pada saat sampai di rumah temannya, tokoh Aku melihat seorang gadis namun bukan gadis kecil melainkan gadis muda yang memiliki alis tebal dan bermata cemerlang, gadis muda itu mirip sekali dengan gadis kecil yang ia lihat di stasiun tadi. Ia berpikir apakah gadis kecil itu memiliki hubungan dengan gadis muda yang ditemuinya saat ini. Dan ternyata gadis muda itu bukan adik temannya melainkan istri dari temannya.
Yang kedua adalah tokoh yang bernama Sahlan, pada saat ia berada di stasiun S ia melihat seorang gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang yang sedang memandanginya, senyumnya manis sekali. Sama persis dengan kejadian yang dialami oleh tokoh Aku. Saat itu ia juga akan diperkenalkan dengan seorang gadis oleh ibunya, dan ternyata gadis itu adalah Shakila istrinya yang ditemuinya di kereta waktu itu.
“beberapa tahun kemudian ketika aku pulang ke M setelah capek keluyuran seperti kau sekarang, ibuku memperkenalkanku dengan seorang gadis cantik beralis tebal dan bermata cemerlang, gadis yang tak lain dan tak bukan ialah gadis yang pernah kulihat di stasiun S. Singkat cerita, ketika ibuku menawariku untuk mengawini gadis yang bernama India itu, tanpa pikir panjang aku mau.” Kalimat tersebut mendukung kesamaan cerita yang dialami dari tokoh Aku. Lalu sebenarnya apakah teman tokoh Aku yang bernama Sahlah itu adalah cerminan dari tokoh Aku?
Lalu yang saya bingungkan lagi, mengapa gadis beralis tebal dan bermata cemerlang itu tidak pernah bicara dan hanya menggunakan mulutnya untuk makan dan bernyanyi saja? Itu pun dia lakukan jika berada di kamar mandi, dan jika sedang mencuci atau memasak. Padahal dia tidak bisu, dia berbicara hanya menggunakan mata dan senyumannya, tetapi anehnya para tokoh sangat mengaguminya.
Di akhir cerita tokoh Aku tiba-tiba berjumpa dengan gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang itu dan ia pun tidak tahu dari mana datangnya gadis kecil itu.
Cerpen ini sungguh membuat para pembacanya bertanya-tanya. Saya jadi penasaran, sebenarnya pesan apakah yang ingin disampaikan penulis dalam cerpen ini?
Kesimpulan yang bisa saya ambil dalam cerpen ini adalah bahwa tokoh Sahlan itu adalah tokoh Aku yang diceritakan ulang dan dia sedang membayangkan bagaimana pertemuannya dengan istrinya yang sangat ia sayangi. Baginya istrinya yang bernama Shakila itu adalah perempuan yang sangat berharga sampai-sampai ia menggambarkan sebegitu cantik istrinya. Ia beralis tebal dan bermata cemerlang, dia sangat santun dalam berbicara, sampai-sampai lebih baik menyanyi daripada berbicara yang tidak perlu. Ini juga bisa menjadi amanat yang dapat diambil dari cerpen ini.
Kesimpulan lain yang saya tangkap adalah tentang jodoh, jodoh akan dipertemukan di waktu yang tepat, dan kita harus percaya bahwa jodoh yang dipersiapkan untuk kita akan dipertemukan pada saat yang tidak kita duga sebelumnya. Ketika sudah bertemu jodoh, sayangilah dan hormatilah mereka.
Sekian dari saya, terima kasih.

Menginterpretasi Teks Laporan Hasil Observasi secara Kritis I. Definisi dan Karakteristik Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil ob...